Walimatul ‘Urs

Sijul & Subhan
Jumat, 03 Juli 2026
Swipe Up
Walimatul ‘Urs

Jumat, 03 Juli 2026
Swipe Up
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."
QS. Ar Rum: 21


Pagi itu, niatku sederhana.
Hanya ingin latihan memanah di Albaydha Archery.
Tidak ada firasat apa pun.
Tidak ada bayangan bahwa hari itu akan menjadi awal
dari cerita panjang yang Allah tulis begitu indah.
Aku tersesat.
Berputar-putar mencari lokasi, menahan panik
sambil sesekali melihat maps yang justru makin membingungkan.
Lalu qadarullah, kamu datang.
Kamu menjemputku dengan motormu.
Aku mengikuti dari belakang dengan motorku sendiri.
Dua orang asing di jalan yang sama,
tanpa tahu bahwa sejak saat itu Allah sedang mengarahkan
satu takdir yang sama untuk kami.
Siapa sangka, tempat latihan memanah itu justru
menjadi tempat hati kami belajar paling banyak.
Belajar menjaga pandangan.
Belajar menjaga rasa.
Belajar menahan ingin agar tidak melanggar batas yang Allah tetapkan.
Setiap pekan kita bertemu di lapangan yang sama. Melepas anak panah ke arah target yang terlihat jelas.
Namun diam-diam, hati kita sedang dilatih menuju tujuan yang belum pernah diucapkan.
Tidak ada kata cinta.
Tidak ada janji berlebihan.
Hanya dua manusia yang sama-sama memilih menundukkan hati karena takut kepada Rabb-nya.
Satu tahun lamanya kita berjalan dalam diam.
Dan hanya Allah yang tahu, seberapa sering nama yang diam-diam
disebut dalam sujud panjang setelah tahajud.
"Ya Allah, jika dia baik untuk agamaku, duniaku, dan akhiratku,
maka dekatkanlah dengan cara yang Engkau ridhai."
Dan benar…
panah takdir Allah tidak pernah meleset.
Hari itu kamu datang bukan membawa busur dan anak panah.
Kamu datang membawa niat yang selama ini dijaga rapat dalam doa.
Dengan suara yang tenang, di hadapan keluargaku kamu berkata,
"Saya datang memohon izin untuk menjadi imam bagi teteh."
Kalimat sederhana itu membuat air mataku jatuh begitu saja.
Bukan karena sedih.
Tapi karena untuk pertama kalinya aku benar-benar merasakan bagaimana Allah mampu mengabulkan doa yang bahkan tidak pernah berani kusampaikan langsung kepada manusia. Allah cukup mendengarnya dari langit.
Bismillahirrahmanirrahim.
Kami memulai ibadah terpanjang dalam hidup kami.
Dari sebuah “nyasar” menuju Albaydha Archery,
Allah menuntun kami menemukan arah pulang.
Pulang menuju rumah bernama sakinah.
Pulang menuju pelukan yang akhirnya halal setelah sekian lama dijaga.
Terima kasih ya Allah,
untuk pertemuan yang tak disengaja,
untuk batas yang berhasil kami jaga,
dan untuk dia yang akhirnya Engkau pilih menjadi imamku.
Mohon doa restu,
agar cinta ini selalu tepat sasaran,
bukan hanya untuk dunia,
tetapi sampai ke surga-Nya.
Siapa sangka, tersesat hari itu justru menjadi jalan Allah mempertemukan kami.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya..."
— QS. Ar-Rum : 21
Sijul & Subhan
Mendoakan keberkahan untuk pengantin
Memperhatikan waktu shalat
Berpakaian dengan rapi & sopan
Memperhatikan adab makan